Entri Populer

Rabu, 10 November 2010

puisi perdamaian

Puisi Cinta Persahabatan ke-1:
duhai, ingin rasanya aku tetap hidup bersama mereka
sehingga jika perpisahan harus tiba saat itulah ajalku pun tiba
rumahku ada di antara rumah-rumah mereka
di antara pusara mereka pula
jasadku terbaring
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-2:
tiada yang berubah pada diriku sejak kita berpisah
selain selaksa duka dan derita yang mengharu biru
adakah orang yang bahagia tinggal di rumah
nan indah
tanpa orang-orang terkasih yang mengelilinginya
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-3:
dulu kami selalu mengunjungimu
saat itu kita sekampung, namun setelah berpisah
kita harus menghitung waktu untuk menemuimu
padahal gejolak rindu hati ini tiada terperi
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-4:
aku heran, mengapa selalu merindukan mereka
menanyakan keadaannya kepada setiap orang yang kutemui
padahal mereka di sini bersamaku
mataku mencari mereka kesana-kemari
padahal mereka ada di dekat pelupuknya
hatiku bergejolak merindukannya
padahal mereka ada di antara tulang rusukku
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-5:
sekalipun wajahku tak dapat menatapmu lagi
namun cinta dan ukhuwah tidak akan pernah sirna
aku tidak akan berhenti memujimu
dari kejauhan, bersama untaian doa
jiwaku akan selalu merindukanmu
bersua bersama penuh ketulusan dan cinta
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-6:
ketika kita harus berpisah
antara aku dan engkau
seperti aku dengan seorang raja
karena telah lama kita selalu bersama
namun kini kita lalui malam tanpa kebersamaan
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-7:
biarkanlah kata sabar menghiasi ucapan perpisahan
dari orang yang memendam rindu kepada dirimu
menyesal atas semua yang telah berlalu
karena tiada bekal untuk perjalanan abadi
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-8:
wahai Abu Bakar
sekalipun beribu peristiwa dan jarak memisahkan kita
kami tak pernah kehilangan nyawa
hanya gelura rindu yang menyesak di dada
diriku hampa karena tulus cintamu kini tiada
juga budi luhur yang menyingkap awan
penutup purnama
ketika kuhantarkan dirinya ke gerbang perpisahan
seakan kuhantar jasad orang tua ke haribaan abadi
ketika kulepas dengan lambaian perpisahan
seakan jiwaku sedang melepas seluruh
kebahagiaan diri
tak sanggup kutatap kepergiannya
karena tatapan hanya menambah pilu tak terperi
dulu, sebulan bagaikan sehari
namun kini, sehari bagaikan bulan-bulan
yang tak henti
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-9:
banyak orang mempunyai beragam angan-angan
sedang angan-anganku dalam kehidupan
hanya seorang sahabat yang rela berbagi nasib
kami berdua laksana satu ruh
yang dibagi untuk dua tubuh
tubuh kami dua
namun ruh kami satu
Seorang penyair berkata:
kaum kerabat seringkali mengkhianatimu
namun orang yang sanggup memenuhi janji
justru orang yang tak senasab denganmu
Seorang penyair menggambarkan:
kurasa engkau selalu menjauh dariku
maka aku pun menjauh separti yang kau mau
jauh darimu sungguh menyakitkanku
namun kedekatanku menyakitimu
apa yang harus kulakukan wahai sahabatku
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-10:
Separti yang dinyatakan oleh seorang penyair:
berapa banyak sahabat yang kaukenal melalui sahabat
ia lebih dekat denganmu daripada sahabat lama
seorang sahabat yang kautemui dalam perjalanan
setelah sampai tujuan ia menjadi sahabat sejati
Seorang penyair membahasakan:
jika engkau ingin berteman
maka carilah seorang sahabat
yang penuh malu, menjaga diri dan murah hati
ia berkata ‘tidak’ jika engkau katakan ‘tidak’
dan jika kaukatakan ‘ya’ ia menjawab juga ‘ya’
aku selalu menutup pandangan dari kesalahan sahabat
karena takut menjalani hidup tanpa sahabat
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-11:
Penyair lain berkata:
orang yang enggan menutup pandangan
dari kekurangan sahabat
sampai akhir hayat, ia tak kan dapat sahabat tanpa cacat
orang yang selalu menghitimg-hitung kesalahan
sepanjang hayat tak ada sahabat tanpa cacat
Penyair yang lain pula menyatakan:
terimalah sahabatmu dengan segala kekurangannya
sebagaimana kebaikan mesti diterima walau kecil wujudnya
terimalah sahabatmu
karena jika sekali ia menyakiti
lain kali ia membahagiakan
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-12:
Seorang penyair menuturkan dalam untaian indah bait puisinya:
pergaulilah sahabatmu dengan segala kekurangan
yang dimilikinya
jagalah agar tetap mencintainya sekalipun jauh berpisah
orang yang paling lama menderita adalah
pendamba sahabat sejati tanpa kekurangan
Tidak ada orang yang hidup tanpa cela, seorang penyair mengungkapkan:
jangan kurangi cintamu kepada sahabat
hanga karena melihatnya melakukan sekali kesalahan
tiada sahabat tanpa cacat
sebesar apa pun upayamu untuk mencarinya
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-13:
Seorang penyair mengungkapkan hal ini dalam puisinya:
pernah kusakiti hati sahabatku, Salam, dengan teguran
namun setelah berpisah dan mencoba bersahabat dengan
banyak orang
akhimya harus kutangisi kepergian seorang Salam
Seorang penyair berkata:
jangan patah hati karena seorang sahabat menyakitimu
banyak orang yang menyalahi
tapi tetap murah hati penuh derma
jika sahabatmu menyalahi, tetaplah pertahankan
hingga akrab kembali
sementara engkau menjadi lebih pemurah
lagi terbuka
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-14:
jika ia pernah menyakitiku
dengan perlakuan buruk satu kali
maka ia pernah berbuat baik kepadaku berkali-kali
jika sang kekasih melakukan satu kesalahan
segala kebaikannya membuka lebar pintu maaf
aku tidak pernah melihat kekurangan sang kekasih
tidak pula sebagian perangainya selama aku menyukainya
pandangan suka akan menutup semua kekurangan
sementara pandangan benci akan memperbesar
setiap kesalahan
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-15:
Seorang penyair berkata:
aku suka seorang sahabat yang serasi
dan menutup mata dari segala kesalahan kecilku
Seorang penyair berkata:
pertahankanlah hubunganmu
dengan orang-orang yang baik hati itu
sekalipun mereka menuduhmu memutuskan persahabatan
membuka pintu maaf dan lapang dada
atas kesalahan mereka
adalah pilihan sikap yang tepat
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-16:
Penyair lain berkata:
tunjukanlah kepadaku orang
yang jika aku marah atau suka
selalu membalas dengan hati terbuka dan penuh sabar
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-17:
Dalam untaian bait puisinya, Imam Syafi’i berkata:
ketika aku memaafkan dan tidak menyimpan iri di hati
jiwaku tenteram bebas dari tekanan rasa permusuhan
kuucapkan salam di saat berjumpa lawan
agar menahan bibit permusuhan
dengan ucapan salam kutampakkan wajah berseri kepada orang yang kubenci
seakan berbunga hatiku penuh kecintaan
manusia adalah penyakit
penawarnya dengan cara mendekati
jika menjauhi berarti mengabaikan cinta sejati
Qadhi at-Tannukhi berkata:
temuilah musuhmu dengan muka ceria
seakan-akan begitu segar indah berseri
orang yang paling tenang akan menemui musuhnya
dengan memendam dengki namun berbaju cinta
penuh arti
kelembutan adalah anugerah
ucapan yang terbaik adalah kejujuran
kebiasaan gurau berlebihan akan membuka pintu
permusuhan
———————————-
Puisi Cinta Persahabatan ke-18:
Seorang penyair berkata:
jika tidak sanggup melawan musuhmu maka coba dekati
mulailah dengan gurau
karena gurau membuka kedekatan hati
dekatilah
karena api akan padam oleh air yang meredamnya
api membuat matang
namun wataknya selalu membakar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar